Terimalah seadanya...inilah yg mampu disumbangkan

Ahad, 17 April 2011

Awatlah busuk sangat nie...

Alkisah ada seorang nenek yang tinggal bersama dua cucunya yang agak nakal. Nenek ini seorang yang sangat cerewet dan suka menyalahkan orang lain. Ia beranggapan dirinya sahaja yang betul sedangkan orang lain salah. Suatu hari dua orang cucunya ingin mengusik neneknya yang sedang tidur nyenyak di kerusi malas.

Salah seorang dari cucunya pergi ke dapur dan mengambil sedikit minyak belalang dewa lalu disapu dihidung neneknya. Selepas itu dua cucu ini bersembunyi di belakang almari melihat apa yang akan berlaku kepada neneknya.

Tidak lama kemudian, hidung nenek itu mulai bergerak-gerak. Matanya terbuka dan ia pun bangkit dari kerusinya. “Bau sekali!!! Apa ini?!!”. Raut wajahnya terlihat agak jengkel bercampur hairan. Tidurnya terganggu oleh bau yang busuk.

Si nenek bingkas bangun dan mencari-cari dimana datangnya bau itu. Ia pergi ke ruang tamu sambil mengomel “Wah…di sini juga bau!!” serunya kesal. Menyusuri ke ruang tengah, ia pun masih mendapati ada bau yang tak sedap . Akhirnya ia tidak tahan lagi, dan berlari keluar rumahnya, berharap dapat menemukan udara segar. Sampai di luar rumah, nenek itu masih merasakan ada bau tersebut. “Susah...susah..!!! Sekarang seluruh dunia sudah berbau busuk”

Perhatikan kisah ini. Rasanya amat kurang di kalangan kita yang suka bermuhasabah, merenung kekurangan diri sendiri. Kita nampak keburukan seseorang tanpa kita menyedari kekurangan yang banyak pada diri kita sendiri. kita mengeluh apabila orang menjauhkan diri dari kita. Kita mengeluh bila pandangan kita tak diterima. Kita mengeluh dan terus mengeluh tanpa kita membuang kebusukan yang terdapat pada diri kita...Fikirkanlah

3 ulasan:

  1. cerita yang penuh maksud tersirat... tahniah bro

    BalasPadam
  2. betoi2 tu,lawak gak,in same time bnyak mksud tsirat ni,mintak izin share nah..

    BalasPadam